Tanpa peduli keadaan yang lalu
Aku selalu kau abaikan
Tak pernah kau pedulikan
Kalau diibaratkan, dimatamu aku seperti kayu
Yang siap kau pahat dengan tangan dinginmu
Kapan kau menganggapku ada ?
Melihat dan menatapku sebagai seorang wanita
Memperlakukanku dengan lembut
Hingga kesakitanku hanyut
Kapan kau memandangku sebagai kekasihmu ?
Bukan boneka atau mainan lucumu
Aku manusia, aku wanita
Yang berhak memiliki kasih dan cinta
Aku bukan sebuah layangan, sayang
Yang berhak kau arahkan terbang melayang
Aku juga bukan sebuah wayang
Yang dimainkan mengikuti kemauan sidalang
Kamu selalu menutup mata
Terhadap aku yang selalu ada
Kamu selalu mengingkari
Bahwa selama ini aku berdiri
Sadarlah sayang, buka mata hatimu
Resapi kenyataan
Aku ini ada, aku bukan pajangan
Aku hidup memenuhi taman dihatimu
syifamaudiyah:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar