Minggu, 09 November 2014

Tak Lagi Kamu

Menurutmu ? :) 
Seperti hujan yang menghapus debu-debu
Seperti malam yang menenggelamkan senja di ufuk
Seperti ini hatiku

Layunan memori berputar tanpa ku abai
Hati bergetar, menghangat, membeku, kemudian mencair
Aku bungkam, namun hatiku berteriak
Tanganku dingin, tapi dadaku menghangat
Mataku diam, tetapi kemudian pada sudutnya menghalir sesuatu

Bukan, bukan lagi tentangmu kini
Ada "dia" yang mulai menggantikan peranmu
Peranmu sebagai pemberhenti langkahku
Peranmu sebagai alat pemacu jantungku
Dan peranmu sebagai seseorang yang selalu ku tunggu
dan ku cari
Semoga, iya, tak lagi kamu ...


09-11-2014
Bersama degupan jantung yang menunggunya makan

Selasa, 04 November 2014

Surat Untuk Adik-Adik ...

Menurutmu ? :) 
Assalamu'alaikum, adik-adik SDN 9 Semende Darat Ulu...

Hai.. Perkenalkan namaku Syifa Maudiyah. Sstt.. Apakah kalian tahu arti dari nama depanku? Hm.. Iya benar, obat. Obat untuk keluarga, harapan sederhana mereka. Aamiin. Oh iya, bagaimana kabar kalian? Sedang apapun kalian, aku harap kalian dalam keadaan yang terbaik ya, Sayang.

Jujur, ketika mencoba menuliskan kata demi kata untuk berkenalan dengan kalian ini tiba-tiba terasa begitu rumit. Oh hm.. mungkin aku grogi. Ya aku termasuk orang yang mudah sekali grogi atau gugup bila bertemu dengan orang baru. Hm dan tentang pertanyaanku terhadap arti namaku. Sebenarnya ada hubungannya dengan apa yang aku jalani kini. Dulu, sebelum aku di anak tangga yang sedikit lebih tinggi ini, aku juga seperti kalian. Tepatnya, empat belas tahun yang lalu. Aku sama seperti kalian, belajar dengan cara yang kadang tak mudah untukku pahami begitu saja. Tetapi sekarang, aku baru saja masuk semester tiga kuliah di jurusan kebidanan di salah satu Politeknik Kesehatan di Jakarta. Ada bangga tersendiri ketika aku berhasil menjadi salah satu murid yang dapat belajar di jurusan kebidanan ini, Sayang. Aku lebih memahami diriku sebagai seorang perempuan, aku lebih banyak mengetahui tentang secuil dari ciptaan-Nya terhadap semesta ini, terhadap diriku, diri kalian. Kalian tahu rasanya melihat ibu-ibu cantik melahirkan dede-dede bayinya yang lucu dan menggemaskan? Aku pernah bahkan itu sudah menjadi lingkunganku kini. Melihat dan menyaksikan langsung perjuangan seorang Ibu demi anaknya melihat dunia bahkan yang menyentuhnya pertama kali dan mendengar suara tangisannya. Itu lebih dari sekedar senang ketika mendapat sepeda baru.

Hm..sebenarnya aku hingung mau menceritakan apa lagi kepada kalian, sungguh, aku gugup. Tapi terlintas dibenakku untuk membaginya. Kemarin, aku datang seminar dikampusku. Dan salah satu kalimat pembicaranya masih melekat dipikiranku hingga kini. "Orang yang paling mulia adalah orang yang berilmu". Dulu, ketika ku mau memasuki dunia SMA (Sekolah Menengah Atas), pikiranku sempat tercekat oleh rentetan kata yang terhubung menjadi "aku mau langsung kerja aja". Tapi ketika mendengar ucapan pembicara utama kemarin dalam seminar kampusku, aku dengan mudah mengatakan kalau pemikiranku waktu SMA adalah salah besar. Karena, dengan ilmu kita bisa menjadi siapapun, Sayang. Dengan ilmu, kita tak lagi direndahkan. Dengan ilmu, kita bisa memeluk dunia. Dan dengan ilmu, aku ingin menjadi ciptaan-Nya yang mulia. Samakah kalian?

Jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar ilmu ya, Sayang. Karena dengan ilmu aku dan kalian bisa mewujudkan mimpi-mimpi kita..

Salam sayang dari aku, Syifa Maudiyah. Tetap tersenyum menatap dunia.

Wassalamu'alaikum, adik-adik...

Sabtu, 27 September 2014

Aku dalam Semestaku

Menurutmu ? :) 
Mungkin pada jarak yang ku perkirakan dengan tempuhan setengah jam bila mengendari sepeda motor, kamu sedang sibuk-sibuknya dengan tugas-tugas yang tak pernah mentolerir pukul berapa kini, ia hanya kenal untuk diselesaikan. Tadi tak sengaja ku temui sosokmu yang sedang hangat-hangatnya bercengkrama dengan komputer jinjing di era milenia ini. Dengan emot yang melambangkan lelah teramat kamu memposting itu seakan gambaran yang sedang kau hadapi detik itu juga. Kau lucu, seperti baru sehari mengenal sistem di negara kita ini.

Dan lewat dunia kacamu, hari ini ku menyadari sesuatu. Kau banyak yang memperdulikan. Sedikit perasaan senang karena akhirnya kalimatmu yang mengatakan banyak yang care to you, it's really happen. Begitu banyak yang men'cintai' apapun postinganmu termasuk ketika kau memberitahukan pada dunia bahwa kamu telah beranjak dari alam mimpimu dan mereka semua rata-rata perempuan cantik. Sedang aku, hanya sepasang mata yang menyaksikanmu dari jarak sini, terkadang menyunggingkan senyum, terkadang membentuk masam. Lagi dan lagi jarak, menggelitik memang. Semakin ingin ku berlari semakin jarak mendekatkan. Hm sebenarnya ini bukan masalah karena setelah tindakanku bulan lalu, kau bersikap begitu berbeda, lebih dewasa dan memilih untuk tetap mengenalku.

Maaf, karena tanpa perizinanmu, ku ukir nama panggilan yang ku khusus kan untukmu. Mereka yang mengetahui hanya mentertawakanku, tergelitik melihat tingkahku. Kelewat bataskah? Entah. Aku hanya melakukan apa yang menyenangkan untukku. Tapi aku bukan psikopat seperti film drama korea yang baru ku tonton seminggu yang lalu. Yang menayangkan bahwa si murid perempuan tergila-gila dengan guru olahraganya hingga berbuat apapun agar dia bisa memiliki utuh pria idamannya. Seperti juga lagu pria bersuara syahdu Tulus-Mengagumimu Dari Jauh. Iya, cukup dari jarak dan cara yang aman serta tak menggagumu aku meluapkannya. Mengagumimu dari jauh. Menjagamu. Memelukmu tanpa memelukmu. Itu aku. Ini caraku yang tanpa kamu bahkan pernah tahu.

Maaf untuk segala kelancanganku mengikutsertakanmu dalam kebahagiaanku tanpa izinmu dulu. Semoga tidak berlanjut. Semangat dengan tugas yang mulai tak manusiawi.

Rabu, 23.53