Kamis, 16 Agustus 2012

Aktor Yang Selalu Ku Rindukan

 Untukmu yang sosoknya selalu ku rindukan dan
berharap kan kembali

Kali ini aku ditemani oleh senandung merdu berjudul "Denting-Melly Goeslaw". Entah mengapa aku sangat menyukai lagu itu dan selalu mendengarkannya ketika larutnya malam tak dapat membawa ku tidur.

Denting yang berbunyi dari dinding kamarku
Sedarkan diriku dari lamunan panjang
Tak terasa malam kini semakin larut
Ku masih terjaga..

Sayang kau di mana aku ingin bersama
Aku butuh semua untuk tepiskan rindu
Mungkinkah kau di sana merasa yang sama
Seperti diriku di malam ini…

Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini
Kita menari dalam rindu yang indah
Sepi ku rasa hatiku saat ini oh sayangku
Jika kau di sini aku tenang ..


Maaf malam, lagi-lagi kau menyaksikan ku kembali tak dapat tertidur lebih awal. Kali ini bukan tentangnya tapi tentang seseorang yang ku sayang mendalam. Seseorang yang seperti dimaksud dalam lagu denting itu.

Malam tahukah kalau kini aku merindukannya ? Aku merindukan sangat merindukan sosok itu. Sosok yang setahun lalu hadir. Bukan. Dia bukan hadir sebagai aktor yang harus mencintaiku sebagai kekasihnya. Tapi lebih dari itu, dia hadir dengan peran seorang kakak yang selalu ada untuk adiknya.

Malam tahukah kamu kalau kini aku begitu sangat sangat merindukannya ? Malam dapatkah kau hadirkan dia untukku dalam realita. Aku merindukan dia malam. Aku tidak menginginkan dia pergi sejauh ini dariku. Aku sadar malam, aku bukan siapa-siapa untuknya. Tapi tahukah malam ? Ingatkah kamu tentang malam itu malam ? Aku bercengkrama, bercanda, bahkan bertukar kebodohan dengannya. Pada akhirnya dia mengatakan "sip sip jadikan aku kakakmu wokwok". Ingatkah kau malam tentang itu ? Kau yang menjadi saksi antara aku dengan sosok itu. Sosok yang sangat ku rindukan malam ini.

Malam, tahukah kamu dimana sekarang sosok itu ? Sedang apakah ? Sudah makankah dia malam ? Malam, aku bertanya padamu. Kenapa kau hanya bisa diam. Malam, pahamkah kau apa yang ku rasakan saat ini ? AKU BEGITU MERINDUKANNYA, malam ! Jelaskan padanya agar dia tahu disini, dimalam ini ada yang sangat merindukan sosoknya.

Kau dulu menjadi saksi betapa bahagianya aku dengan sosok itu kan malam ? Aku tahu, kamu tentu masih ingat. Hampir tiap malam, aku menghabiskan waktuku ditemani oleh kegilaannya sosok itu. Dia yang selalu menyuruhku tidur apabila telah larut dan mengatakan "tidur sana, anak kecil itu ga boleh tidur malem". Aku masih ingat itu malam, bagaimana denganmu bahkan bagaimana dengannya ? Pernahkah setitik saja dia merindukan malam itu ?

Malam tahukah kamu bagaimana perasaanku malam ini ? Tahukah kamu malam bahwa esok adalah hari ulang tahunku yang ke-17 tahun. Apakah itu bisa menjadi "sweet seventeen" untukku ? Apakah kamu tahu rencana Tuhan esok untukku malam ? Tahukah kamu, apakah Tuhan merencanakan esok sosok itu akan kembali dan takkan pergi untuk kesekian kalinya ?

Malam, tahukah kamu mengapa aku begitu takut untuk menghubunginya ? Mengapa aku begitu takut untuk mengirimkannya sebuah pesan singkat "jangan lupa tanggal 17 bulan ini ya dududu". Tahukah kamu malam apa sebabku takut dengan itu ? Apa mungkin karena aku ingin menuruti keinginannya untuk tidak menghubunginya lagi. Masih aku tak mengerti malam mengapa dia memintaku untuk berhenti menghubunginya. Apakah aku mengganggu hari-harinya ? Apakah aku pernah membuat masalah yang besar untuknya ? Aku pikir tidak.

Malam, aku tak tahu rencana Tuhan untukku esok. Aku berharap semua yang terjadi esok adalah yang terbaik. Meskipun jauh dihatiku menginginkan sosok itu menghubungiku dan ingat tentang tanggal 17 bulan ini.


Dariku yang masih terpaku oleh samar-samar nyatamu

Ruang Gerakku, 16 Agustus 2012

syifamaudiyah :)

Tidak ada komentar: