Kamis, 14 Agustus 2014

Kau Datang Lagi

Terlalu banyak asa yang tersimpan dalam dada yang bahkan tak bisa ku jelaskan secara inci perinci. Terlalu menancap dan terpatri telah begitu lama. Ketika ku mulai lelah menunjukkan kau datang kembali melambaikan. Ketika ku ingin berhenti menetap padamu, kau bilang ingin bertemu.

Aku tidak tahu benar-benar tidak tahu macam rasa apa yang ku rasa malam ini, semenjak deretan kalimat-kalimatmu yang entah apa tujuan utamanya. Ada sedikit sesak disini. Lalu tiba-tiba turun hujan begitu saja. Aku lelah. Aku ingin berhenti darimu; semua tentangmu. Tapi tiba-tiba kamu datang dengan percaya dirinya takkan ku tolak permintaanmu.

Malam ini, aku ingin berteriak sekencang-kencangnya (meski lewat tulisan) agar apapun yang menyumbat dan menghambat dapat keluar bebas bersama suaraku.

Untuk kamu, pria yang mengirimiku pesan 35 menit yang lalu. Maaf pesanmu belum ku balas. Aku terlalu pengecut untuk menghadapi kenyataan bila memang itu terjadi beberapa detik kemudian, aku terlalu egois untuk mengiyakan.

Sekarang aku baru paham, seberapa keras tekad ku bila denganmu itu menjadi goyah. Seberapa emosinya aku ketika mengetahui ini itu yang pahit, bila menatap mata itu seketika semua luntur.

Untuk kamu, pria yang berawalan huruf keempat. Tolong tegaskan rasa ini apa dan bawa pergi bersamamu tanpa kembali padaku.

Dari perempuan yang hingga detik ini belum mampu meyakinkan hati bahwa bukan kamu. Meski telah bermacam-macam alasan.

Tidak ada komentar: